Jun
17
2012
Video of the day

Mind Mapping Analisis Fasies dari Log

Tags : Analisis Fasies Log Mind mapping Fasies Depositional Environment Depositional Environment from Log Water Saturation

Jun
17
2012
Dasar Dasar Log Geofisika

Log merupakaan alat geofisika yang digunakaan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan. Data log dipakai juga untuk mengenali kedalamaan, identifikasi zona produktif, untuk membedakaan antara minyak, air, dan gas dalam suatu reservoir, untuk menghitung hydrokarbon yang tertahan, dan juga untuk mengembangkaan peta Geologi dari interpretasi mengenali hubungan fasies dengan lokasi pengeboran. Dua parameter utama untuk mengenali perhitungan dari data well log ialah Porositas dan fraksi ruang pori yang diisi dengan hydrokarbon. Sehingga untuk mengenali parameter log diatas, sedikitnya dipakai tiga alat log yang dipakai, antara lain: (1) Elektrikal log, (2) Nuklir log, (3) akustik log atau sonik log.

Namun komponen batuaan yang mempengaruhi daripada pengukuran loging antara lain: Porositas, permeabilitas, dan water saturation.

Porosity- Dapat didefinisikaan sebagai persentase pori dengan total volume batuaan . Porositas (Ø) = Volume pori/Volume Total batuan

Jumlah ruang internal atau pori diddalam batuaan diberikaan suatu pengukuran fluida-fluida batuaan yang tertahan. Effektif Porosity - Merupakaan jumlah ruang pori yang terhubung, dan juga kemampuaan untuk mentransmit fluida.

Permeability – Adalah komponen batuaan yang dapat untuk mentransmit fluida-fluida. Ini berhubungan dangan positas tapi tidak selalu memiliki hubungan ketergantungan. Permeability sendiri dikontrol oleh ukuran hubungan yang saling berhubungan ( pori-pori didalam saluran atau kapilaritas) antar pori. Dihitung oleh Darcie atau millidarcie dan kehadiraannya disimbolkaan dengan lambang Ka.

Absolute permeability – ialah kemampuaan batuaan untuk mentransmit fluida ketika saturasinya mencapai 100 %. Effektif Permeability mengacu kepada kehadiran dua fluida dalam suatu batuaan, dan juga kemampuaan batuaan untuk mentransmit fluida didalam kehadiraanya yang tidak saling bercampur.

Air Formasi (connate water didalam formasi) ditahan oleh tekanan kapilaritas didalam pori-pori suatu batuaan yang berpindah kemudiaan mendiaminya oleh transmisi hydrokarbon.

Relatiff Permeablity – merupakaan Rasio antara effektif permeability dari fluida yang tersaturasi sebagiaan, dan permeability pada saturasi 100 % (absolute permeabilty).

Ketika relatif permeability dari formasi air adalah nol, kemudiaan formasi akan menghasilkaan air dengan hydrokarbon bebas (permeabilitas hydrokarbon adalah 100 %). Mudahnya dengan kenaikaan permeabilitas relatif ke air, maka formasi akan menghasilkaan kenaikaan jumlah air yang relatif terhadap hydrokarbon.

Water Saturation – Ialah persentase volume pori didalam suatu batuaan yang didiami oleh air formasi. Perhitungan Water Saturation diukur dalam persen dan memilki simbol Sw.

Water Saturation (SW) = Air Formasi yang terdapat didalam pori-pori/Total pori yang terdapat pada ruang didalam batuan

Water Saturasi kehadirannya penting pada konsep interpretasi log, karena anda dapat mendeterminasi saturasi hidrokarbon dalam suatu reservoir oleh pengurangan water saturasi dari nilai, satu (Dimana 1 = 100 % water saturasi).

Resistivity – adalah komponen batuaan yang seluruhnya dikembangkaan secara keilmuwan untuk logging. Resistyvity merupakaan perhitungan tahanan jenis. Lawannya ialah konduktivity.

Pada interpretasi log, hydrokarbon. Batuaan, dan air segar seluruhnya terjadi sebagai penyekat. Kemudiaan, merupakaan non-konduktivity dan tinggi akan aliran arus yang kuat. Meskipun begitu air garam, merupakaan konduktor dan memilki nilai resistyvity yang kecil. Satuaan pengukuran yang dipakai untuk konduktor ialah kubus dari formasi tiap satu meter pada tiap tepinya.

R = (r x A)/L

Dimana:

R = Resistyvity (ohm-meter)

r = Resistasi (ohms)

A = Penampang melintang yang mengandung pengukuran (meter2)

L = Panjang dari kandungan yang dihitung

Resistivity merupakaan dasar untuk menghitung saturasi fluida di reservoir dan merupakaan fungsi dari poristas, jenis fluida (hydrokarbon, air garam, dan air tawar), maupun jenis batuaan. Karena keduannya batuaan dan hydrokarbon sama-sama terisolasi namun air garam lebih bersifat konduktif, pengukuran resistivitas membuat alat logging dapat dipakai untuk mendeteksi keberadaaan hidrokarbon dan menghitung porositas dari suatu reservoir. Karena selama pengeboran fluida-fluida didalam sumur bergerak didalam batuaan berporous dan pada formasi yang permeabel disekitar lubang pengeboraan, pengukuran resistivity dicatat pada perbedaan kedalaman dalam suatu formasi yang selalu memilki perbedaan nilai.

Resistyvity diukur oleh log elektrik. Percobaan Archie memperlihatkaan bahwa resistyvity dari formasi dimasuki air (Ro), Resistivity air (Rw) dapat dihubungkaan oleh persamaan dari resistyvity faktor (F):

Ro = F X Rw

Dimana resistivity faktor (F) sebanding dengan resistivity formasi yang bernilai 100 % nilai saturasi airnya (Ro) dan resistivity air formasi (Rw).

Percobaan Archie juga dapat membuka faktor formasi yang menghubungkaan porositas dengan rumus:

 F = 1/Ø m

Dimana m adalah nilai sementasi yangmana merupakaan nilai eksponen dari ukuran butir, penyebaraan ukuran butir, dan kompleksitas yang merupakaan bagiaan antar pori. Tingginya nilai pori sebanding juga dengan tingginya nilai m.

Tags : log geofisika minyak petroleum data log resistivity log

Oct
14
2011
Students of Geological Engineering Unpad Win “Best Poster Presentation” at IAGI-HAGI Convention

[Unpad.ac.id, 10/06/2011] Jonatan Kristian and Tadeo Ditia, two students from Faculty of Geological Engineering (FTG) Unpad, successfully won the poster competition in The 36th HAGI (Geophysics Experts Union of Indonesia) and 40th IAGI (Association of Geological Experts of Indonesia) Annual Convention and Exhibition in Makassar, on September 26 – 29, 2011, claiming the title of “Best Poster Presentation Student.” They succeeded in besting other 83 participants in the national joint convention.

Jonatan Kristian and Tadeo Ditia (Photo: Malikkul Shaleh)*

Met at FTG Unpad campus, Jatinangor, on Wednesday (05/10), Jonatan and Tadeo revealed that this event was a joint event between two organizations, namely HAGI and IAGI, and was followed by several students and professional experts. The poster competition was divided into two categories, namely professional category and student category. In the final evaluation stage, the poster made by Jonatan and Tadeo, which was entitled “Potensi Gas Metana Batubara pada Formasi Muara Enim, Sub-cekungan Palembang, Cekungan Sumatra Selatan Berdasarkan Coal Rank” (Potential of Coal Methane Gas in the Formation of Enim Delta, Palembang Sub-basin, South Sumatra Basin, Based on Coal Rank), was chosen as the best presentation.

“There were 83 competitors. However, after the selection, there were only 30 posters chosen for all categories, advancing to the final round. And our presentation was chosen as the best for the student category,” said Jonatan.

Jonathan, one of Unpad representatives who went to Makassar, admitted that he was surprised and didn’t expect that their poster would win “The Best Poster”, since he claimed that they did not make enough preparations due to their college schedule. Still, they welcomed their achievement. They believed that their achievement can maintain the existence of FTG Unpad in the annual event.

“We only had limited time back then. But we still did the best. At that time, we only thought that Unpad could still exist in that competition. We heard that our student union (HMG Unpad) always participated. But, we won this time,” added Jonatan.

Jonatan also recounted how they, for three days, were frequently asked so many questions by the professionals interested in their poster. For this accomplishment, they were given certificates, plaque, and prize money.

“It was amazing there, just like in a bazaar. Many professionals asked questions because they were interested in our poster. The competition was held in a big ball room. There were also many oil companies opening stands,” he said.

With this achievement, they now make a higher target for the next year’s event. They are planning to take part in the Indonesia Oil Convention (Konvensi Perminyakan Indonesia), which is to be held in May 2012 in Jakarta. Still discussing about the potency of methane gas, they have prepared to submit the abstract by the end of the October.

“As for the idea, we will focus only on geological issues, namely about coal and the potencies of methane gas. It can be said as the continuance of our current topic,” added Tadeo.  *

Report by: Malikkul Shaleh | translated by aad

Congratulastions bang!

HMG3X!

Tags :