Posted 11 months ago
Comments
Log merupakaan alat geofisika yang digunakaan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan. Data log dipakai juga untuk mengenali kedalamaan, identifikasi zona produktif, untuk membedakaan antara minyak, air, dan gas dalam suatu reservoir, untuk menghitung hydrokarbon yang tertahan, dan juga untuk mengembangkaan peta Geologi dari interpretasi mengenali hubungan fasies dengan lokasi pengeboran. Dua parameter utama untuk mengenali perhitungan dari data well log ialah Porositas dan fraksi ruang pori yang diisi dengan hydrokarbon. Sehingga untuk mengenali parameter log diatas, sedikitnya dipakai tiga alat log yang dipakai, antara lain: (1) Elektrikal log, (2) Nuklir log, (3) akustik log atau sonik log.
Namun komponen batuaan yang mempengaruhi daripada pengukuran loging antara lain: Porositas, permeabilitas, dan water saturation.
Porosity- Dapat didefinisikaan sebagai persentase pori dengan total volume batuaan . Porositas (Ø) = Volume pori/Volume Total batuan
Jumlah ruang internal atau pori diddalam batuaan diberikaan suatu pengukuran fluida-fluida batuaan yang tertahan. Effektif Porosity - Merupakaan jumlah ruang pori yang terhubung, dan juga kemampuaan untuk mentransmit fluida.
Permeability – Adalah komponen batuaan yang dapat untuk mentransmit fluida-fluida. Ini berhubungan dangan positas tapi tidak selalu memiliki hubungan ketergantungan. Permeability sendiri dikontrol oleh ukuran hubungan yang saling berhubungan ( pori-pori didalam saluran atau kapilaritas) antar pori. Dihitung oleh Darcie atau millidarcie dan kehadiraannya disimbolkaan dengan lambang Ka.
Absolute permeability – ialah kemampuaan batuaan untuk mentransmit fluida ketika saturasinya mencapai 100 %. Effektif Permeability mengacu kepada kehadiran dua fluida dalam suatu batuaan, dan juga kemampuaan batuaan untuk mentransmit fluida didalam kehadiraanya yang tidak saling bercampur.
Air Formasi (connate water didalam formasi) ditahan oleh tekanan kapilaritas didalam pori-pori suatu batuaan yang berpindah kemudiaan mendiaminya oleh transmisi hydrokarbon.
Relatiff Permeablity – merupakaan Rasio antara effektif permeability dari fluida yang tersaturasi sebagiaan, dan permeability pada saturasi 100 % (absolute permeabilty).
Ketika relatif permeability dari formasi air adalah nol, kemudiaan formasi akan menghasilkaan air dengan hydrokarbon bebas (permeabilitas hydrokarbon adalah 100 %). Mudahnya dengan kenaikaan permeabilitas relatif ke air, maka formasi akan menghasilkaan kenaikaan jumlah air yang relatif terhadap hydrokarbon.
Water Saturation – Ialah persentase volume pori didalam suatu batuaan yang didiami oleh air formasi. Perhitungan Water Saturation diukur dalam persen dan memilki simbol Sw.
Water Saturation (SW) = Air Formasi yang terdapat didalam pori-pori/Total pori yang terdapat pada ruang didalam batuan
Water Saturasi kehadirannya penting pada konsep interpretasi log, karena anda dapat mendeterminasi saturasi hidrokarbon dalam suatu reservoir oleh pengurangan water saturasi dari nilai, satu (Dimana 1 = 100 % water saturasi).
Resistivity – adalah komponen batuaan yang seluruhnya dikembangkaan secara keilmuwan untuk logging. Resistyvity merupakaan perhitungan tahanan jenis. Lawannya ialah konduktivity.
Pada interpretasi log, hydrokarbon. Batuaan, dan air segar seluruhnya terjadi sebagai penyekat. Kemudiaan, merupakaan non-konduktivity dan tinggi akan aliran arus yang kuat. Meskipun begitu air garam, merupakaan konduktor dan memilki nilai resistyvity yang kecil. Satuaan pengukuran yang dipakai untuk konduktor ialah kubus dari formasi tiap satu meter pada tiap tepinya.
R = (r x A)/L
Dimana:
R = Resistyvity (ohm-meter)
r = Resistasi (ohms)
A = Penampang melintang yang mengandung pengukuran (meter2)
L = Panjang dari kandungan yang dihitung
Resistivity merupakaan dasar untuk menghitung saturasi fluida di reservoir dan merupakaan fungsi dari poristas, jenis fluida (hydrokarbon, air garam, dan air tawar), maupun jenis batuaan. Karena keduannya batuaan dan hydrokarbon sama-sama terisolasi namun air garam lebih bersifat konduktif, pengukuran resistivitas membuat alat logging dapat dipakai untuk mendeteksi keberadaaan hidrokarbon dan menghitung porositas dari suatu reservoir. Karena selama pengeboran fluida-fluida didalam sumur bergerak didalam batuaan berporous dan pada formasi yang permeabel disekitar lubang pengeboraan, pengukuran resistivity dicatat pada perbedaan kedalaman dalam suatu formasi yang selalu memilki perbedaan nilai.
Resistyvity diukur oleh log elektrik. Percobaan Archie memperlihatkaan bahwa resistyvity dari formasi dimasuki air (Ro), Resistivity air (Rw) dapat dihubungkaan oleh persamaan dari resistyvity faktor (F):
Ro = F X Rw
Dimana resistivity faktor (F) sebanding dengan resistivity formasi yang bernilai 100 % nilai saturasi airnya (Ro) dan resistivity air formasi (Rw).
Percobaan Archie juga dapat membuka faktor formasi yang menghubungkaan porositas dengan rumus:
F = 1/Ø m
Dimana m adalah nilai sementasi yangmana merupakaan nilai eksponen dari ukuran butir, penyebaraan ukuran butir, dan kompleksitas yang merupakaan bagiaan antar pori. Tingginya nilai pori sebanding juga dengan tingginya nilai m.
:
